Assalamualaikum wbt.

Andaikata kita membenci seseorang bererti kita telah mewakafkan hidup kita dan fikiran kita untuk terus memikirkan orang tersebut. Kebahagiaan kita akan terhalang bahkan hati jadi tidak tenteram, makan tak kenyang dan tidur tak lena kerana geram memikirkan kesalahan yang telah orang itu lakukan ke atas kita sedangkan orang itu mungkin sudah tertidur nyenyak.

Suatu hari, ada seorang guru yang meminta seluruh murid-murid di kelasnya untuk membawa satu karung guni ke sekolah. Guru itu juga meminta setiap muridnya ke pasar dan membeli kentang sebanyak 10 kilo. Keesokan hari ketika di sekolah, guru meminta semua anak murid, masing-masing memilih sebiji kentang bagi setiap orang yang tidak ingin mereka maafkan, kemudian tulis nama orang itu dan tarikh dia berbuat kesalahan. Kemudiannya kentang tersebut dimasukkan ke dalam karung guni yang telah disediakan, pelajar perlu membawa guni itu ke mana sahaja mereka pergi.

Ianya merupakan tugasan setiap muridnya di sekolah dan di rumah untuk sepanjang bulan tersebut. Di hari pertama murid-murid merasa seronok dan menarik dengan aktiviti tersebut. Seorang pelajar di dalam karung guninya sudah terdapat sembilan biji kentang. Satu demi satu nama kawannya di tulis di atas kentang kerana pelbagai sebab dan kesalahan yang beliau enggan maafkan. Setiap kejadian membuatkan pelajar itu dengan senang hati melemparkan kentang-kentang ke dalam karung, dan masih tetap untuk tidak akan memaafkan sesiapa pun yang telah berbuat salah kepadanya.

Setelah seminggu berlalu, karung guni yang berisikan kentang itu sudah menjadi beban yang sangat berat pada murid-muridnya. Dalam karung guni itu sudah terisi lebih kurang lima puluh buah kentang, ada yang mencecah lapan puluh buah kentang. Sungguh situasi itu merupakan suatu beban berat yang menyebabkan lenguh tangan dan badan untuk memikulnya. Murid-murid tersebut sudah tidak tahan menanti hari akhir dari tugasan yang telah diberikan oleh guru mereka.

Minggu kedua guru bertanya kepada semua pelajarnya, “Apakah kalian sudah mengetahui akibat dari tidak ingin memaafkan orang lain? Ternyata ada beban berat di atas pundak kalian, semakin banyak orang yang tidak ingin kalian maafkan, maka semakin berat pula beban yang harus kalian pikul. Menghadapi beban berat tersebut, bagaimana kita harus bertindak?”

Guru berhenti berbicara untuk beberapa saat, memberikan waktu kepada pelajarnya untuk berfikir, lalu guru menjawab sendiri pertanyaannya, “Semua beban itu dilepaskan saja dengan memberi kemaafan! Sebenarnya waktu boleh saja membuatkan manusia menjadi sedar dari keegoan dan kesumat.

Berbahagialah, tatkala kita memiliki sikap saling memaafkan kesalahan orang lain, kita akan tergolong sebagai manusia yang mulia dan terpuji di sisi Allah SWT.

“Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan (kesalahan orang terhadapnya), sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (Asy Syuura:43)

Rasulullah SAW ada bersabda:

Dari Abu Hurairah RA meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: Musa bin Imran AS pernah berkata, “Wahai Tuhanku, siapakah orang yang paling mulia pada pandanganMu? Allah SWT menjawab: Barangsiapa yang memberi maaf meskipun dia memiliki kemampuan untuk membalas dendam.” (HR Baihaqi)

Dipetik dari : USRAH KELUARGA